PRAKTIKUM KPKT ACARA II : MENGENAL PUPUK

OUTPUT PRAKTIKUM 

KESUBURAN, PEMUPUKAN, DAN KESEHATAN TANAH 

ACARA II

  MENGENAL PUPUK 

Oleh : Indri Atania br Kemit_18/427783/PN/15563_B3

 

            Pupuk merupakan salah satu komponen penting dalam budidaya tanaman. Menurut Lingga & Marsono (2008), pupuk merupakan kunci dari kesuburan tanah karena berisi satu atau lebih unsur untuk menggantikan unsur yang habis terisap tanaman. Jadi, memupuk berarti menambah unsur hara ke dalam tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Humas Balitsa (2018) menyatakan bahwa unsur hara yang diperlukan oleh tanaman adalah: C, H, O (ketersediaan di alam melimpah), N, P, K, Ca, Mg, S (hara makro), dan Fe, Mn, Cu, Zn, Cl, Mo, B (hara mikro). Pupuk dapat diberikan lewat tanah, daun, atau diinjeksi ke batang tanaman.

Gambar 1. Saya (baju hijau) dan Pak Perangin-Angin (baju biru)

Gambar 2. Kondisi lahan Pak Perangin-Angin

            Praktikum mandiri Kesuburan, Pemupukan, dan Kesehatan Tanah Acara 2 dengan judul "Mengenal Pupuk" ini dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2020 di Desa Tigapanah, Kab. Karo, Sumatera Utara. Metode yang digunakan yaitu wawancara langsung dengan petani. Pada praktikum ini saya mewawancarai Pak Perangin-Angin. Komoditas yang ditanam oleh Pak Perangin-Angin, yaitu Pakcoy (Brassica rapa L.). Menurut Haryanto et al. cit. Sarido & Junia (2017), pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan salah satu sayuran daun yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Tanaman ini juga dapat tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah.

Gambar 3. Pupuk campur yang digunakan Pak Perangin-Angin

            Pupuk yang digunakan oleh Pak Perangin-Angin yaitu ZA, korn-kali, dan NPK mutiara. Ketiga pupuk tersebut berbentuk butiran. Sebelum diaplikasikan, ketiga pupuk tersebut dicampur dengan perbandingan 1:2:2 untuk ZA : korn-kali : NPK mutiara. Pemberian pupuk ZA dengan dosis 160kg/ha, korn-kali dengan dosis 320kg/ha, dan NPK mutiara dengan dosis 320kg/ha untuk dua kali pemupukan. Pemupukan pertama dilakukan pada umur tanaman 10 HST dan pemupukan kedua pada umur 20 HST. Cara pengaplikasiannya yaitu dengan cara di samping tanaman dibuat lubang, kemudian pupuk dimasukkan ke dalam lubang tersebut, setelah itu ditutup dengan tanah atau sering disebut Spot placement. Hal ini memiliki kemiripan dengan pendapat yang disampaikan oleh Anonim (2019) yang menyatakan bahwa pemupukan tanaman pakcoy dapat menggunakan pupuk NPK dengan dosis 300 Kg/Ha. Selain NPK, jenis pupuk lain yang bisa digunakan adalah Urea dengan dosis 50 Kg/Ha. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara ditabur atau dilarutkan ke dalam air dan disemprotkan pada tanaman.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2019. <http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/86916/Budidaya-Pakcoy/>. Diakses 17 November 2020.

Humas Balitsa. 2018. Pupuk Organik dengan Formula Orlitani. <http://balitsa.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/berita-terbaru/719-pupuk-organik-dengan-formula-orlitani>. Diakses 17 November 2020.

Lingga, P. dan Marsono. 2008. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta. 

Sarido, L. dan Junia. 2017. Uji pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dengan pemberian pupuk organik cair pada system hidroponik. Jurnal Agrifor 16(1): 65- 74.


 

Komentar